home Portal Islam Salah Satu Penyebab Sholat Tidak Diterima

Salah Satu Penyebab Sholat Tidak Diterima

Salah Satu Penyebab Sholat Tidak Diterima
Yang dimaksud thuma’ninah adalah posisi tubuh tenang ketika melakukan gerakan rukun tertentu. Ukuran tenangnya adalah mencukupi untuk membaca satu kali do’a dalam rukun tersebut.

Misalnya, thuma’ninah ketika ruku’, artinya posisi tubuh tenang setelah ruku’ sempurna. Kemudian baru membaca do’a ruku’, minimal sekali.

Sering kita saksikan, beberapa kaum muslimin tidak thuma’ninah. Mereka ruku’ dan sujud terlalu cepat. Begitu sampai titik ruku’ atau sujud, langsung bangkit.

Ada kemungkinan, do’a ruku’ sudah dibaca ketika bergerak ruku’, sebelum ruku’ sempurna. Shalat model semacam ini batal karena tidak thuma’ninah.

Suatu ketika ada seseorang yang masuk masjid kemudian shalat dua rakaat. Seusai shalat, orang ini menghampiri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang saat itu berada di masjid.

Namun Nabi menyuruh orang ini untuk mengulangi shalatnya. Setelah diulangi, orang ini balik lagi, dan disuruh mengulangi lagi shalatnya. Ini berlangsung sampai 3 kali.

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepadanya cara shalat yang benar. Ternyata masalah utama yang menyebabkan shalatnya dinilai batal adalah kareka dia tidak thuma’ninah.

Dia bergerak ruku’ dan sujud terlalu cepat. (HR. Bukhari & Muslim).

Hadits ini mejadi dalil bahwa thuma’ninah dalam shalat termasuk rukun shalat. Untuk menanggulanginya, tahan ketika kita sudah sempurna ruku’, atau sujud, kemudian baru baca do’a ruku’ atau do’a sujud.

Karena tuma’ninah hukumnya wajib maka kita tidak boleh bermakmum dengan orang yang shalatnya terlalu cepat dan tidak tuma'ninah. Bermakmum di belakang orang yang shalatnya cepat dan tidak tuma'ninah, bisa menyebabkan shalat kita batal dan wajib diulangi.

Jika secara tidak sengaja kita mendapatkan imam yang gerakannya terlalu cepat maka kita harus memisahkan diri dan shalat sendirian.

Orang yang terlalu cepat shalatnya, sehingga tidak tuma’ninah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutnya sebagai orang yang mencuri ketika shalat.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Pencuri yang paling jelek adalah orang yang mencuri shalatnya.” Setelah ditanya maksudnya, beliau menjawab: “Merekalah orang yang tidak sempurna rukuk dan sujudnya.” (HR. Ibn Abi Syaibah, Thabrani, Hakim, dan dishahihkan Ad-Dzahabi).
02/03/2020 4:21:49
Sumber Artikel : https://yasindzutaqsir.blogspot.com/2018/12/tumaninah-apa-sih.html
230

Artikel Lainnya
Generic placeholder image
15 Tanda Kemunculan Imam Mahdi
Pada akhir zaman akan muncul seorang khalifah yang berasal dari umatku, yang akan melimpahkan harta kekayaan selimpah-limpahnya. Dan ia sama sekali tidak akan menghitung-hitungnya... Baca Lanjutannya
Generic placeholder image
15 Ramadhan 2020,Akan Terjadi Huru Hara,Benarkah ?
Maka dari itu, perlu dicamkan oleh siapa saja yang telah mengetahui penjelasan ini, bahwasanya tidak boleh baginya menyebarkan hadis batil tersebut. Bahkan wajib baginya merobek, membinasakan, dan memperingatkan (orang lain) akan kebatilannya... Baca Lanjutannya
Generic placeholder image
Rindunya Rasulullah Kepada Umatnya Di Indonesia
Suatu ketika Rasulullah dan para sahabat bersama di sebuah majelis, dan beliau berkata kepada Abu Bakr radhiallahu anha , “Wahai Abu Bakr, aku begitu rindu hendak bertemu dengan saudaraku.”... Baca Lanjutannya
Generic placeholder image
Kisah Imam Ghazali dan Seekor Lalat
Imam Al-Ghazali adalah seorang ulama.. ahli fikir.. ahli falsafah Islam.. cerdasnya minta ampun.. daya ingetnya luar biasa.. pintar dalam berhujjah mangkanya dinamain Hujjatul Islam.. ga sedikit sumbangannya bagi kemajuan islam dan manusia.. karyanya hebat2.. seabrek abrek.. banyak sekali.. karyanya yang paling top adalah: Ihya Ulumuddin..... Baca Lanjutannya
Generic placeholder image
Apa Itu Syafaat?
Setelah semua mahkluk bernyawa di dunia mati dan hancur binasa, Allah menghidupkan mereka kembali. Maka dengan tiba-tiba mereka pun tegak bangun berdiri. Mereka melihat langit, didapati langit berjalan. Mereka melihat bumi, didapatinya telah bertukar wajah, tidak seperti bumi yang dahulu. Semua makhluk berhimpun, bercampur baur menjadi satu di satu kawasan yang disebut padang Mahsyar, luasnya tak terbatas, berjejal jejal, saling berdesakan, dibanjiri keringat, tanpa pakaian, tanpa busana yang menutupi badan. Dari dahsyatnya hari itu mereka berharap kepada Allah agar dimasukan saja ke neraka ketimbang menghadapinya.... Baca Lanjutannya