Kisah Haru Terlaknatnya Seorang Istri - Bagian I
beranda blog Kisah Haru Terlaknatnya Seorang Istri - Bagian I

Kisah Haru Terlaknatnya Seorang Istri - Bagian I

Kisah Haru Terlaknatnya Seorang Istri - Bagian I
16/11/2018
sudah dibaca oleh 608 pengunjung

Kisah mengharu biru tentang cinta dan kehidupan rumah tangga suami istri ini bisa menjadi pelajaran bagi pasangan suami istri lainnya agar dapat lebih bersyukur dengan apa yang telah mereka miliki saat ini.

Kisah ini akan membuat anda meneteskan air mata,semoga dari kisah ini kita bisa mengambil hikmah yang terkandung di dalamnya.

Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami.Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya.
Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku.Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri.

Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain.

Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun.

Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.

Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja.

Kulakukan segala hal sesuka hatiku.

Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa.

Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri.

Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku.

Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.

Di rumah kami, akulah ratunya.

Tak ada seorangpun yang berani melawan.

Jika ada sedikit saja masalah, aku selalu menyalahkan suamiku.

Aku tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, dan aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya.

Aku marah kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku.

Aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi.

Aku marah kalau ia menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku.

Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, tapi aku tak mau mengurus anak.

Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia membiarkannya

Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, dokterpun menolak menggugurkannya.

Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit.

Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi.

Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami.

Waktu berlalu hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang kedelapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, aku bangun paling akhir.

Suami dan anak-anak sudah menungguku di meja makan. Seperti biasa, dialah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah.

Hari itu, ia mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku.

Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun sebelumnya, saat itu aku memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibu.

Yaah, karena merasa terjebak dengan perkawinanku, aku juga membenci kedua orangtuaku.


Apakah anda ingin lanjutan ceritanya? Isi pada kolom komentar !!

sumber : http://bali.tribunnews.com/
Beri Komentar Dapat POINT ++
sedih kisahnya, sangat sedih
08/12/2018 20:46:49
Komentar ZULFAN WAHYUDI
terharu dan sedih kisahnya
08/12/2018 20:46:12
Komentar ZULFAN WAHYUDI
dapat laknat dari Allah
08/12/2018 20:45:51
Komentar ZULFAN WAHYUDI
istri yang durhaka pada suami yang sudah baik
08/12/2018 20:45:31
Komentar ZULFAN WAHYUDI
mengharap keredhaan Allah SWT”
08/12/2018 20:44:53
Komentar ZULFAN WAHYUDI
Apa yang isteri buat untuk suami adalah semata-mata untuk mendapat keredhaan Allah SWT”
08/12/2018 20:44:28
Komentar ZULFAN WAHYUDI
Isteri yang durhaka hukumnya berdosa dan dapat gugur nafkahnya ketika itu. Jika ia tidak segera bertaubat dan memint ampun dari suaminya, Nerakalah tempatnya di Akhirat kelak
08/12/2018 20:44:00
Komentar ZULFAN WAHYUDI
“Jangan ijinkan masuk ke rumahnya melainkan yang diijinkan A suaminya
08/12/2018 20:43:32
Komentar ZULFAN WAHYUDI
Allah tidak akan memandang (benci) siapa saja perempuan yang tidak berterima kasih di atas pengorbanan suaminya sedangkan dia masih memerlukan suaminya.”
08/12/2018 20:42:24
Komentar ZULFAN WAHYUDI
Janganlah mereka (perempuan-perempuan) menampakkan perhiasannya melainkan untuk suaminya.”
08/12/2018 20:41:23
Komentar ZULFAN WAHYUDI

Artikel & Blog Lainnya

Kisah Haru Terlaknatnya Seorang Istri - Bagian 2

Sebelum ke kantor, biasanya suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, ia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan ribut. Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya.
18/11/2018 4:02:24
606

KUIS.ONLINE platform online yang menyediakan kuis & lomba berhadiah secara online yang dipersembahkan oleh produk dan brand ternama. Bagi anda para pemilik produk atau brand yang ingin meningkatkan reputasi,interaksi dan mengukur bisnis anda dengan pelanggan,gunakan platform kuis online disini.
Blog & Artikel
Cara Menghasilkan Uang Dari Internet
Ramalan Zodiak Hari Ini
Iklan Baris Gratis
Follow Us
LINKS